MODAL SOSIAL DALAM KOMUNITAS PEDAGANG SAYURAN DIDESA TAWANG ARGO KECAMATAN KARANG PLOSO KAB. MALANG

Sugeng Riyanto, Kliwon Hidayat, Keppi Sukesi
  Habitat,,  pp.96-104  

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui aktor dalam pemasaran sayuran, 2. Menganalisi unsur-unsur dan proses terbentuknya modal sosial. 3.  Menganalisi peran modal sosial dalam pemasaran sayuran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik analisa data dalam penelitian ini adalah model interaktif. Hasil penelitian ini adalah : 1. Aktor-aktor yang terlibat dalam aktivitas pemasaran sayuran adalah Pedagang Pengepul tingkat desa, Pedagang pengepul besar, Pedagang pengepul besar untuk pasar pedagang supplier Supermarket, Pedagang supplier  Supermaket, Pedagang pengecer, dan Pekerja. 2. Unsur-unsur  modal sosail: kepercayaan, jaringan sosial, dan norma sosial.  Proses terbentuknya modal sosial dapat dibedakan menjadi dua yaitu : 1. Modal sosial pedagang dengan pekerja dan petani merupakan modal sosial yang tumbuh dari hubungan tetangga dan saudara. 2. Modal sosial pedagang dengan pedagang lain adalah sebuah proses interaksi yang terus menerus.3. Peran dari modal sosial dalam usaha pemasaran sayuran yaitu:1. Memudahkan pedagang dalam mendapatkan sayura melalui ikatan dengan petani dan pedagang pengepul tingkat desa. 2. Dalam pengelolan tenaga kerja akan lebih efisian tanpa diperlukan pengawasa. 3. Memperkecil biaya pemasaran dan juga memberikan jaminan padagang untuk produk yang pedagang jual.

Kata Kunci: Modal Sosial, Pemasaran Sayuran,  jaringa sosial, kepercayaan dan norma.


Full Text:

PDF

References


Abdurrahman, M. 2009. Dinamika Rasionalitas Petani Dan Peran Modal Sosial dalam Pembangunan Pedesaan: Desertasi. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Coleman, J.S. 1994. Foundations Of Social Theory. Terjemahan Mutaqien, I Widiowati,S.R dan Purwandari. Dasar-dasr teori sosial Penerbit kanisius, Yogyakarta.

Daryanto,A. 2009. Posisi Daya Saing Pertanian Indonesia dan Upaya Peningkatanya. Pusata analisis ekonomi dan kebijakan pertanian badan penelitian dan penegmbangan pertanian departemen pertanian: Jakarta.

Meier, G.M. 1995. Leading Issues in Economic Development. Oxford University Press. New York.

Putnam, R.D. 1993. The prosperous community: Sosial capital and public life. The Amercan Prospect. Vol.4

Ricky.2001. Peramalan permintaan paprika untuk perencanaan produksi pada PT. Saung Mirwan. IPB : Tesis

Sugiyono,2009. metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. CV. ALVABETA: Bandung.

Syahyuti.2007 Urgensi Perlunya Perubahan Perspektif Kebijakan untuk Mengoptimalkan Peran Pedagang Hasil-Hasil Pertanian. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian :Bogor.

Syahyuti.2008. Peran modal sosial (social capital) dalam Pemasaranhasil pertanian. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian :Bogor

Theingi, S. P. dan Y. Phungphol. 2008. Social capital in Southeast Asian business relationships. Journal of Industrial Marketing Management 37 (2008) 523–530

Fukuyama, F. 1999. Social Capital and Civil Society. Institute of Public Policy. George Mason University

Lyon, F. (2000). Trust, networks and norms: The creation of social capital in agriculturaleconomies in Ghana. World Development, 28(4), 663−681.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.
HABITAT Indexed by :