KAJIAN MODEL PEMBERDAYAAN PETANI PADI MELALUI PENGGUNAAN TIGA MEDIA KOMUNIKASI DI KABUPATEN BIMA (Kasus Di Desa Nggembe Kecamatan Bolo)

Awaluddin Awaluddin, Keppi Sukesi, Sugiyanto Sugiyanto
  Habitat,  pp.1-15  

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik media penyuluhan yang digunakan pada program FEATI, (2) mendeskripsikan proses pemberdayaan petani pada program FEATI, dan (3) mendeskripsikan factor-faktor yang mempengaruhi proses adopsi petani pada program FEATI. Metode penelitian yang digunakan adalah survey eksplanatory deskriptif korelasional. Lokasi penelitian di Desa Nggembe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Informan kunci terdiri dari petani anggota kelompok tani program FEATI sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan faktor internal dan eksternal petani terhadap tiga media komunikasi, diketahui bahwa factor interna petani (luasan lahan) yang dimiliki petani erat hubungannya dengan media cetak sebesar 0.173 persen, sementara factor eksternal petani (intensitas dan materi penyuluhan) erat bubungannya dengan media cetak sebesar 0.268 persen, faktor internal petani (tingkat kekosmopolitan) erat hubungannya dengan media gelar teknologi PTT sebesar 0.318 persen sedangkan faktor eksternal petani (peran swasta) sebesar 0.371 persen keeratannya dengan media gelar teknologi PTT, faktor internal petani (pengalaman usaha tani) sebesar 0.224 persen, sedangkan factor eksternal (medote penyuluhan) sebesar 0.0306 mempunyai keratan hubungan yang tinggi dengan media penyuluh. Penilaian petani terhadap media cetak pada program FEATI dilihat dari format penyajian dan penggunaan bahasa tergolong kurang, sedangkan untuk kesesuaian isi materi media cetak tergolong kategori baik, penilaian petani terhadap media gelar teknologi PTT dilihat dari tingkat keuntungan relatif, kesesuaian penggunaan media, kemudahan diuji coba, tingkat kerumitan dan kemudahan diamati tergolong baik. Penilaian petani terhadap media penyuluh dilihat dari tingkat penguasaan materi, kepercayaan diri, keaktifan dan konsistensi penyuluh secara keseluruhan tergolong baik. Proses pemberdayaan petani pada program FEATI secara keseluruhan tergolong dalam kategori baik, dilihat dari kemandirian intelektual, kemandirian manajemen dan kemandirian material.

Kata kunci: media komunikasi, pemberdayaan, FEATI

Full Text:

PDF

References


Agussabti 2002. Kemandirian Petani dalam Adopsi Teknologi pada Petani Sayuran di Provinsi Jawa Barat (disertasi). Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Cangara, H. 2000. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Departemen Pertanian. 1982. Alat Peraga dalam Penyuluhan Pertanian. Jakarta.

Eko SM, Suryantini H, Mansjur S dan Kusmayadi E. Pemanfaatan Jasa Informasi Terseleksi Oleh Pengguna Badan Litbang Pertanian. Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol. 15 Nomor 1 2000. Bogor: Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian.

Gaspertz V. 1991. Teknik Penarikan Contoh untuk Penelitian Survei. Bandung: Tarsito.

Hafsah, Jafar. M. 2009., Penyuluhan Pertanian Di Era Otonomi Daerah., Pustaka Sinar Harapan. Jakarta.

Ife J. 1995. Community Development: Creating Community Alternatives-Vision, Analysis And Practice. Australia: Longman Pty Ltd.

Ismawan B. 1999. Pemberdayaan Orang Miskin. Jakarta: Puspa Swara.

Keppi Sukesi, Y. Yulianti, Silawati, 2004. Pemberdayaan Perempuan Tani Kawasan Pinggiran Hutan Melalui Pengembangan Wanatani Model Purna Kultur. Jurnal Ilmu-ilmu Sosial (Social Sceince) Volume 16 No. 2 UB.

LITBANG DEPTAN Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian. 1999. Panduan Umum Pelaksanaan Penelitian, Pengkajian dan Diseminasi Teknologi Pertanian. Jakarta.

Levis. 1996. Komunikasi Penyuluhan Pedesaan. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Mardikanto Totok., 2009., Sistem Penyuluh Pertanian. UNS Press. Surakarta.

Nasdian. 2003. Pengembangan Masyarakat (Community Development). Bogor: Bagian Ilmu-ilmu Sosial, Komunikasi dan Ekologi Manusia. Departemen Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi. Fakultas Pertanian-IPB.

Nasution Z. 1990. Prinsip-Prinsip Komunikasi Untuk Penyuluhan. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Setiabudi D. 2004. Pemanfaatan Media Informasi Teknologi Pertanian Oleh Penyuluh Pertanian di Jakarta [tesis]. Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Singarimbun M dan Effendi S. 2006. Metoda Penelitian Survai. Edisi Revisi. Jakarta: LP3ES.

Slamet M. 2003. Membentuk Pola Perilaku Pembangunan, Bogor; Institut Pertanian Bogor.

Soekartawi. 2005. Prinsip Dasar Komunikasi Pertanian. Jakarta: UI Press.

Sugiyanto, 2004. Analisis Statistik Sosial. Bayumedia Publishing. Anggota IKAPI. Jatim.

Supandi, 2008., Menggalang Partisipasi Petani untuk Meningkatkan Produktivitas Kedelai Menuju swasembada. Juranal Litbang Pertanian. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor.

Syahyuti, Fawziah S. dan Beni R. 1999. Kegiatan Kelembagaan Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Nasional, Dinamika Inovasi Sosial Ekonomi Dan Kelembagaan Pertanian. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Van Den Ban dan Hawkins HS. 1998. Penyuluh Pertanian. Yogyakarta: Terjemahan, Agnes D.H. Kanisius.

Widjaja HA. 2000. Pengantar Studi Ilmu Komunikasi. Jakarta: Rineka Cipta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.
HABITAT Indexed by :