INSTITUSIONALISASI LEMBAGA DISTRIBUSI PANGAN MASYARAKAT (LDPM) (Kasus di Kelurahan Lampe Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima)

Rahmatullaila Rahmatullaila, Kliwon Hidayat, Ismulhadi Ismulhadi
  Habitat,  pp.86-95  

Abstract


Ketahanan pangan adalah isu yang sedang hangat dan merupakan permasalahan global yang menarik untuk terus diperbincangkan. Permasalahan ketahanan pangan tidak terlepas dari 3 (tiga) aspek pokok yaitu aspek produksi, distribusi dan konsumsi. Salah satu program pemberdayaan ketahanan pangan yang sedang dilakukan adalah program penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat atau biasa disingkat LDPM. Program ini memberikan bantuan modal berupa dana bantuan sosial (bansos) kepada gapoktan penerima program untuk dijadikan modal usaha untuk unit usaha yang dimiliki. Gapoktan Pemancar adalah gapoktan yang ada di Kelurahan Lampe Kecamatan Rasanae Kota Bima yang sebagian besar anggotanya merupakan petani tanaman pangan dan telah mendapat program pengutan LDPM hingga mencapai tahap kemandirian.  Guna mensukseskan program tersebut perlu dilakukan pelembagaan norma-norma atau aturan yang ada pada program LDPM pada anggota gapoktan sasaran, agar norma atau aturan tersebut menjadi bagian dari pola hidup masyarakat Kelurahan Lampe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelembagaan LDPM pada anggota gapoktan pemancar dan bagaimana petani memaknainya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan melakukan wawancara mendalam dan observasi kepada informan sebanyak 30 orang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa LDPM pada anggota Gapoktan Pemancar belum sepenuhnya melembaga karena norma yang ditekankan tidak sepenuhnya dapat diterima oleh anggota masyarakat karena tidak sejalan dengan kerifan lokal yang ada di wilayah tersebut.

Kata Kunci : LDPM, ketahanan pangan, lembaga distribusi pangan, institusionalisasi

Full Text:

PDF

References


Anantanyu, S. 2008. Tipe Petani dan Strategi Pengembangan Kelembagaan Kelompok Petani. Jurnal M’Power Universitas Negeri Surakarta Vol. 8 No. 8

Ariningsih, Ening dan H,P,S,Rahman. 2008. Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Rawan Pangan. Analisis Kebijakan Pertanian Bogor Volume 6 No. 3 September 2008

Badan Bimas Ketahanan Pangan, 2002.

Basri, M. 2008. Studi Kelembagaan Lumbung Pangan Masyarakat Di Kabupaten Sumbawa Propinsi Nusa Tenggara Barat. Tesis Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Dewan Ketahanan Pangan. 2010. Kebijakan Umum Ketahanan Pangan 2010-2014.

Hamyana. 2012. Antara Kelembagaan Petani, Negara dan Kapitalis. STPP Malang. Malang.

Jokolelono, E. 2011. Pangan dan Ketersediaan Pangan. Media Litbang Sulteng IV (2) 88 – 96 Desember 2011

Lakitan. B. 2009. Kontribusi Teknologi dalam Pencapaian Ketahanan Pangan. Makalah Utama pada Seminar Hari Pangan Sedunia, Jakarta 12 Oktober 2009

Lestary, E. 2009. Adopsi Inovasi sebagai Faktor yang Berperan dalam Perubahan Sosial. M’Power Universitas Surakarta Vol. 9 No. 9

Kementerian Pertanian. Pedoman Umum Program Peningkatan Diversifikasi Pangan dan Ketahanan Pangan Masyarakat. Badan Ketahanan Pangan tahun 2012.

Nyak, I. Hermanto, S. D.S, Priyarsono. 2006. Efektifitas Kebijakan Harga Pangan terhadap Ketahanan Pangan. Jurnal Agro Ekonomi Volume 24 No.2

Rangkuti, P.A. 2009. Strategi Komunikasi Membangun Kemandirian Pangan. Jurnal Litbang Pertanian 28(2)

Soekanto, S. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Rajawali Pers. Jakarta.

Subagio, A. 2005. Tesis Pengembangan Kelembagaan Pangan Mayarakat dalam Pemantapan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Masyarakat. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Undang-Undang Pangan No 19 Tahun 2013

Witoro. Yusup, N. Martua, S. 2006. Lumbung Pangan Jalan Menuju Ketersediaan Pangan. KRKP


Refbacks

  • There are currently no refbacks.
HABITAT Indexed by :