PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN PADA KOMUNITAS PETANI SAYURAN (Studi di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang)

Authors

  • Gunawan Gunawan
  • Kliwon Hidayat
  • Mangku Purnomo

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan inovasi teknologi ramah lingkungan pada komunitas petani sayuran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso. Teknik analisis yang digunakan adalah model interaktif yang dikembangkan Miles dan Huberman. Keabsahan data diuji dengan cara menguji derajad kepercayaan, kriteria keteralihan dan kriteria kepastian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan inovasi teknologi ramah lingkungan pada komunitas petani sayuran adalah sebagai berikut; penggunaan benih unggul, penggunaan pupuk bokashi sebanyak 6-10 ton/hektar, pengurangan pupuk kimia sebanyak 60-70% pada musim kemarau dan 30% pada musim hujan, pengurangan pestisida sebanyak 40% pada musim kemarau dan 25% pada musim hujan. Sedangkan penggunaan tricodherma dan penggunaan pestisida nabati jarang diterapkan.Kata Kunci: penerapan, teknologi ramah lingkungan, petani sayuran  

Downloads

How to Cite

Gunawan, G., Hidayat, K., & Purnomo, M. (2013). PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN PADA KOMUNITAS PETANI SAYURAN (Studi di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang). HABITAT, 24(1), pp.20–31. Retrieved from https://habitat.ub.ac.id/index.php/habitat/article/view/98

Issue

Section

Articles