PERILAKU EKONOMI KAKAO INDONESIA

Syarifatul Istiqomah, Nuhfil Hanani, Rini Dwiastuti
  Habitat,,  pp.135-142  

Abstract


Di pasar domestik, kakao menjadi bahan baku industri pengolahan. Di sisi lain, kakao menjadi komoditi ekspor di pasar dunia. Keterkaitan pasar domestik dan dunia komoditi kakao dapat dirumuskan membentuk perilaku ekonomi kakao, meliputi produksi, permintaan, ekspor, dan harga domestik. Di pasar domestik, perilaku ekonomi kakao tidak lepas dari kebijakan domestik. Selain itu, sebagai komoditi ekspor, perilaku ekonomi kakao juga terkait dengan goncangan eksternal baik dari ekspotir maupun importir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perilaku ekonomi kakao serta dampak kebijakan domestik dan goncangan eksternal terhadap perilaku ekonomi kakao Indonesia. Metode analisis yang digunakan yaitu dengan menggunakan model persamaan simultan dengan metode 2SLS (Two Stage Least Square) dan membuat simulasi kebijakan domestik dan goncangan eksternal. Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku ekonomi kakao meliputi produksi, permintaan, ekspor, dan harga domestik saling memiliki keterkaitan satu sama lain. Kebijakan domestik berupa peningkatan jumlah industri kakao, penerapan kuota ekspor, pemberian subsidi suku bunga berdampak lebih baik terhadap perekonomian kakao Indonesia.

Kata kunci: kakao, perilaku ekonomi, kebijakan domestik, goncangan eksternal

Full Text:

PDF

References


Arsyad, M., B. M. Sinaga, S. Yusuf. 2011. Analisis Dampak Kebijakan Pajak Ekspor dan Subsidi Harga Pupuk terhadap Produksi dan Ekspor Kakao Indonesia Pasca Putaran Uruguay. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, Volume 8, Nomor 1, Februari 2011.

Arsyad, M. 2004. Dampak Kebijakan Ekonomi terhadap Produksi dan Ekspor Kakao Sulawesi Selatan. Tesis. Program Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Badan Pusat Statistik (BPS). 2012. Produk Domestik Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (Miliar Rupiah). 2010-2012, (online), (www.bps.go.id. diakses tanggal 11 Februari 2014).

Debertin, D. L. 2012. Agriculture Production Economics. Second Edition. University of Kentucky. Macmillan Publishing Company. New York.

Departemen Pertanian. 2010. Statistik Perkebunan Indonesia 2007-2009. Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan. Jakarta.

Departemen Pertanian. 2014. Perkembangan Kakao. Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan. Jakarta.

Firdaus, M. dan Ariyoso. 2010. Keterpaduan Pasar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Kakao Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan, 3(1): 69-79.

Food Agriculture Organization (FAO). 2013. Trade, (online), (http://faostat3.fao.org. diakses tanggal 26 Januari 2014).

Hasibuan, A. M. 2012. Model Dinamika Sistem Agroindustri Kakao di Indonesia. Tesis. Program Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Herjanto, E. 2003. Dampak Kebijakan Luar Negeri terhadap Kinerja Sektor Agroindustri Indonesia. Disertasi. Program Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

International Cocoa Organization. 2012. The World Cocoa Economy. Bloombsbury House. London.

Krugman, P. R. dan M. Obstfeld.. 2004. Ekonomi Internasional. Erlangga. Jakarta.

Lolowang. T. F. 1999. Analisis Penawaran dan Permintaan Kakao Indonesia di Pasar Domestik dan Internasional. Tesis. Program Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Pusat Data dan Informasi Pertanian. 2012. Statistik Makro Sektor Pertanian. 4 (1). Kementerian Pertanian, (online), (www.bps.go.id/65tahun/data_strategis_ 2012.pdf. diakses tanggal 15 Januari 2013).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.
HABITAT Indexed by :