ANALISIS PEMETAAN DALAM RANGKA DETEKSI DINI KERAWANAN PANGAN TINGKAT DESA

Nuhfil Hanani, Setyono Yudo Tyasmoro, Sujarwo Sujarwo, Rosihan Asmara
  Habitat,,  pp.24-38  

Abstract


Ketahanan pangan merupakan isu sentral dalam pembangunan nasional. Hal ini mendasarkan pada pemikiran bahwa ketahanan pangan suatu wilayah,  yang berarti terpenuhinya kebutuhan pangan yang layak bagi masyarakat, merupakan hak asasi manusia. Kedua, ketahanan pangan memiliki dimensi pembangunan yang berspektrum luas.

Analisis dan pemetaan dalam rangka deteksi dini kerawanan pangan tingkat desa merupakan terobosan baru untuk meningkatkan akurasi penanganan kerawanan pangan di daerah. Penelitian ini memiliki 2 (dua) tahap penting, yaitu: (1) seleksi indikator yang representatif untuk   mendeteksi tingkat kerawanan pangan desa, dan (2) menyusun model yang bisa digunakan untuk  melakukan simulasi kebijakan. Seleksi indikator kerawanan pangan tingkat desa dilakukan menggunaan analisis faktor dengan metode ekstraksi Principal Components Analysis (PCA). Analisis kerawanan pangan menggunakan References Based Analysis (RBA). Berikutnya dilakukan analisis model rawan pangan dengan menggunakan pendekatan ekonometrika untuk selanjutnya dilakukan simulasi kebijakan dalam meningkatkan ketahanan pangan.

Berdasarkan  ketersediaan data dan analisis yang telah digunakan, maka telah  mampu disusun  indikator  dan cara penilaian  kerawanan desa  yang  dapat  digunakan untuk menilai tingkat kerawanan desa  serta faktor penyebabnya. Di samping itu telah disusun model  ekonometrika kerawanan desa,  yang konsisten dengan teori, mempunyai  daya prediksi yang  baik, dan dapat digunakan untuk simulasi kebijakan penurunan  kerawanan pangan

Kata kunci: rawan pangan, analisis  faktor,  pemetaaan.

Keywords


Energy and Food

Full Text:

PDF

References


Ariani, M, H.P. Saliem, S.H. Suhartini, Wahida dan H. Supriadi. 2000. Analisis Kebijaksanaan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Berpendapatan Rendah. Laporan Hasil Penelitian. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian. Badan Litbang Pertanian. Departemen Pertanian.

Burniaux, J.M, J. P. Martin dan F. Delome. Economy-Wide Effects of Agricultural Policy in OECD Countries. Dalam Goldin, I. Dan Knudsen. 1990. Agricultur Trade Liberalization : Implications for Developing Countries. Organization for Economic Co-operation and Development. World Bank.

Borton, J. and J. Shoham, 1991. Mapping vulnerability to food insecurity: tentative guidelines for WFP offices. Study commissioned by the World Food Programme. London, UK,

FAO, 2003. Proceedings. Measurement and Assessment of Food Devrivation and Undernutrion. International Scientific Symposium. Rome, 26-28 Juni 2002.

Frank R., Nancy M., Bruce C.l, Laura B., and E. Kenefick. 1999. Food Security Indicators and Framework for Use in the Monitoring and Evaluation of Food Aid Programs. Bureau for Global Programs, U.S. Agency for International Development (USAID)

Frankenberger, T. 1996. Measuring household livelihood security: an approach for reducing absolute poverty. Food Forum, No. 34. Washington, DC, USA.

Handewi R. 2004. Identifikasi Wilayah Rawan Pangan di Propinsi D.I.Yogyakartya. I CASERD WORKING PAPER No. 36.

Maxwell S. and Frankenberger T. 1992. Household food security: Concepts, indicators, measurements: A technical review. IFAD/UNICEF, Rome

Rachman, Handewi P.S., 2003. Sistim Jaringan Deteksi Dini Wilayah Rawan Pangan Dalam Upaya Pemantapan Ketahanan Pangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Departemen Pertanian. Bogor.

Stevens, C., Greenhill, R., Kennan, J., and S. Devereux. 2000. The WTO Agreement on Agriculture and Food Security, (Commonwealth Secretariat).

Weingärtner, L. 2004. The Concept of Food and Nutrition Security. International Training Course Food and Nutrition Security Assessment Instruments and Intervention Strategies.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.
HABITAT Indexed by :