DAMPAK KEBIJAKAN PERKEDELAIAN TERHADAP KINERJA EKONOMI KEDELAI DI INDONESIA

Zakki Faizin Fitrianto, Nuhfil Hanani, Syafrial Syafrial
  Habitat,  pp.105-114  

Abstract


Kedelai merupakan komoditas pangan yang utama di Indonesia setelah padi dan jagung. Sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan kedelai terus meningkat dari tahun ke tahun. Di sisi lain, produksi kedelai di dalam negeri memiliki tren yang menurun setiap tahun. Kesenjangan antara jumlah permintaan dan penawaran kedelai di dalam negeri, selama ini dipenuhi dengan cara impor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum perekonomian kedelai di Indonesia, menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ekonomi kedelai dan mensimulasi alternatif kebijakan yang dapat memperbaiki kinerja ekonomi kedelai di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam bentuk tahunan dari tahun 1990-2013. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, model persamaan simultan (2SLS) dan simulasi alternatif kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan produksi kedelai dan luas areal tanam kedelai memiliki tren menurun, sedangkan produktivitas kedelai, permintaan kedelai, impor kedelai dan harga kedelai domestik memiliki tren positif/meningkat setiap tahunnya. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perekonomian kedelai di Indonesia yaitu luas areal tanam kedelai, produktivitas kedelai, permintaan kedelai, impor kedelai dan harga kedelai domestik serta terdapat variabel-variabel yang berpengaruh pada masing-masing faktor. Terdapat beberapa skenario alternatif kebijakan guna memperbaiki kinerja perekonomian kedelai di Indonesia, diantaranya adalah perluasan areal tanam kedelai, pemberian subsidi pupuk, peningkatan produktivitas, pemberlakuan tarif impor kedelai, dan kuota impor kedelai.

Kata kunci : kedelai, permintaan, penawaran, kebijakan produksi dan impor

Full Text:

PDF

References


Adisarwanto, T., N. Saleh, Marwoto dan N. Sunarlim, 2000. Teknologi Produksi Kedelai. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Hlm. 26. Bogor.

Amang, B. dan M.H, Sawit 1996. Ekonomi Kedelai di Indonesia. IPB Press, Bogor.

Arifin, B. 2005. Ekonomi Kelembagaan Pangan. LP3S, Jakarta.

Badan Pusat Statistik. 2008. Statistik Perdagangan Luar Negeri Indonesia (Impor) 2007. Badan Pusat Statistik, Jakarta.

---------------, 2014. http:// bps.go.id/produktivitas. Diakses pada tanggal 20 Maret 2014.

Departemen Pertanian. 2003. Penanganan Pascapanen Kedelai. Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, Jakarta.

FAOSTAT, 2014. http:// faostat.fao.org.production/download. Diakses pada tanggal 20 Maret 2014.

--------------, 2014. http:// faostat.fao.org.areaharvest/download. Diakses pada tanggal 20 Maret 2014.

--------------, 2014. http:// faostat.fao.org.demandquantity/download. Diakses pada tanggal 20 Maret 2014.

--------------, 2014. http:// faostat.fao.org.importquantity/download. Diakses pada tanggal 20 Maret 2014.

--------------, 2014. http:// faostat.fao.org.prices/download. Diakses pada tanggal 20 Maret 2014.

Gujarati, D. 2003. Ekonometrika Dasar. Erlangga. Jakarta.

Hamidi,2012.http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=3902&Itemid=29. Diakses pada tanggal 05 Juli 2014.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.
HABITAT Indexed by :