HAMBATAN DAN TANTANGAN PENERAPAN PADI METODE SRI (SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION)

Setiyo Yuli Handono
  Habitat,  pp.10-19  

Abstract


Beras adalah makanan pokok bagi masyarakat Indonesia yang merupakan sumber energi dan karbohidrat. Pemerintah Indonesia memerlukan sistem yang mampu menghasilkan padi yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Salah satu sistem teknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan adalah System of Rice Intensification (SRI), yang dikemas dalam bentuk proyek atau program SRI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana net profit (keuntungan) petani dalam budidaya padi serta menganalisis hambatan dan tantangan penerapan padi metode SRI. Analisis data digunakan statistik deskriptif mulai dari rata-rata, frekuensi dan persentase untuk mengetahui total biaya, dan hasil usaha tani serta untuk mengetahui hambatan dan tantangan petani dalam menerapkan padi dengan metode SRI. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa petani SRI mendapatkan keuntungan per hektar sekitar Rp. 16.045.593,- sedangkan petani Q-SRI (berhenti menerapkan SRI) mendapatkan keuntungan perhektar sekitar Rp 9.321.610,-. Dengan demikian laba bersih budidaya padi SRI lebih tinggi sekitar 42 persen per hektar. Hasil penelitian juga menemukan bahwa masalah dan kendala petani dalam menerapkan SRI antara lain petani kesulitan menanam bibit muda, petani kesulitan menemukan buruh tanam atau tenaga kerja, sebagian besar petani masih minded kimia, dan petani kesulitan dalam pengendalian hama dan penyakit secara terpadu.

Kata kunci: Proyek SRI, keuntungan, masalah dan kendala


Full Text:

PDF

References


Anonymous. 2010. http://info.worldbank.org/etools/docs/library/ 245848 / about.html. (accessed February 4, 2011).

BPS. 2011. http://www.bps.go.id/ (accessed February 8, 2011).

Erwidodo. 2010. Agricultural Policy Reforms in Indonesia: Accelerating Growth with Equity. http://www.agnet.org/library/eb/434/.

Gani, Anischan., T. S. Kadir, A. Jatiharti, I. P. Wardhana and I. Las. 2002. The System of Rice Intensification in Indonesia. In: N. Uphoff, E. Fernandes, L.P. Yuan, J.M. Peng, S. Rafaralahy and J. Rabenandrasana, eds., Assessments of the System of Rice Intensification (SRI): Proceedings of an international conference held in Sanya, China, April 1-4, 2002, pp. 58-63. Cornell International Institute for Food, Agriculture and Development, Ithaca, New York.

Jatileksono, T. 1987. Equity Achievement in the Indonesian Rice Economy. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Meylinah, Sugiarti and Slette, John. 2011. Rice and Corn Update January 2011. www.gain.fas.usda.gov.

Prabowo, Hermas E. 2007. Efforts to Release the Rice Dependencies. (Upaya Melepaskan Dependensi Beras), Kompas (Newspaper in Indonesia), Bisnis dan Keuangan. 20 Februari 2007. Jakarta.

Rakhmi F. 2008. Analysis of rice farming of System of Rice Intensification (SRI) in the group independently (Analisis Usahatani Padi Sawah SRI (System of Rice Intensification) Pada Kelompok Secara Swadaya). Fakultas Pertanian. Universitas Andalas. Padang.

Richardson MN. 2010. One of the Investigation of System Rice Intensification (SRI) in East Java (Salah Satu Penyelidikan Mengenai Keadaan System Rice Intensification (SRI) di Jawa Timur). Australian Consortium for In-Country Indonesian Studies (ACICIS). Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Muhammadiyah. Malang.

Singarimbun, Masri and Effendi, Sofian. 1989. Survey Research Methods (Metode Penelitian Survai). LP3ES. Jakarta.

Tjondronegoro, Soediono. 1990. The Green Revolution and Social Change in Rural Java (Revolusi Hijau dan Perubahan Sosial di Pedesaan Jawa). LP3ES : Jakarta.

Uphoff, N., 2002. Assessments of the System of Rice Intensification (SRI): Proceedings of international conference on the System of Rice Intensification, Sanya, China, April 1-4, 2002, co-editor, CIIFAD, Ithaca, New York.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.
HABITAT Indexed by :