Evaluasi Program FMA (Farmer Managed Activity) di Kabupaten Malang

Setiyo Yuli Handono
  Habitat,  pp.115-124  

Abstract


FMA (Farmer Managed Activity) atau kegiatan yag dikelola oleh petani merupakan salah satu bagian dari program pemberdayaan petani melalui tekhnologi dan informasi atau dalam istilah lainnya disebut program FEATI (Farmer Empowerment through Agricultural Technology and Information). Program ini bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan petani melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian dengan bantuan pinjaman dari Bank Dunia. Program ini disetujui pada November 2007 kemudian dimulai pada tahun 2008 dengan jangka waktu selama lima tahun. Tujuan studi ini adalah untuk menjawab beberapa pertanyaan antara lain bagaimana implementasi program FMA di Kabupaten Malang dan bagaimana hubungan antara partisipasi petani dan pendapatan petani dalam program FMA tersebut. Hasil evaluasi pencapaian pelaksanaan Program FMA sejak tahun 2007 hingga 2012 ditinjau dari tiap komponen kegiatannya antara lain sebagai berikut. Penguatan Kemampuan Penyuluh, Penguatan Kelembagaan dan Kapasitas Penyuluh, Pengkajian Teknologi dan Diseminasi serta Ketersediaan Informasi dan Teknologi cukup berjalan dengan baik. Sedangkan, capaian yang terjadi di lapangan hingga tahun 2012 hanya 5,65%. Hal ini menunjukkan bahwsanya petani ataupun pengurus tani masih rendah dalam pemanfaatan teknologi informasi. Dampak implementasi program FMA jika dikaitkan antara hubungan tingkat partisipasi petani dalam program FMA dengan pendapatan petani dengan menggunakan analisis korelasi rank spearmans maka dapat diketahui bahwasanya pembelajaran FMA membawa dampak terhadap pendapatan terbukti dari hasil analisis korelasi rank spearman yang mengindikasikan adanya tingkat hubungan yang cukup nyata dan sangat nyata pada tingkat kepercayaan 5%.

 

Kata kunci: Program FMA, implementasi FMA, partisipasi petani dan pendapatan petani

Full Text:

PDF

References


Anonymous. 2010. http://info.worldbank.org/etools/docs/library/ 245848 / about.html. (accessed February 4, 2011).

BPS. 2011. http://www.bps.go.id/ (accessed February 8, 2011).

Erwidodo. 2010. Agricultural Policy Reforms in Indonesia: Accelerating Growth with Equity. http://www.agnet.org/library/eb/434/.

Gani, Anischan., T. S. Kadir, A. Jatiharti, I. P. Wardhana and I. Las. 2002. The System of Rice Intensification in Indonesia. In: N. Uphoff, E. Fernandes, L.P. Yuan, J.M.

Peng, S. Rafaralahy and J. Rabenandrasana, eds., Assessments of the System of Rice Intensification (SRI): Proceedings of an international conference held in Sanya, China, April 1-4, 2002, pp. 58-63. Cornell International Institute for Food, Agriculture and Development, Ithaca, New York.

Jatileksono, T. 1987. Equity Achievement in the Indonesian Rice Economy. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Meylinah, Sugiarti and Slette, John. 2011. Rice and Corn Update January 2011. www.gain.fas.usda.gov.

Prabowo, Hermas E. 2007. Efforts to Release the Rice Dependencies. (Upaya Melepaskan Dependensi Beras), Kompas (Newspaper in Indonesia), Bisnis dan Keuangan. 20 Februari 2007. Jakarta.

Rakhmi F. 2008. Analysis of rice farming of System of Rice Intensification (SRI) in the group independently (Analisis Usahatani Padi Sawah SRI (System of Rice Intensification) Pada Kelompok Secara Swadaya). Fakultas Pertanian. Universitas Andalas. Padang.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.
HABITAT Indexed by :