Kajian Faktor Penentu Sosio-Kultural dan Kinerja Sistem Irigasi (Studi Kasus Audit Irigasi Daerah Irigasi (DI) Molek Kepanjen Kab.Malang)

Azan Asri, Zaenal Kusuma, Didik Suprayogo
  Habitat,  pp.40-48  

Abstract


Permasalahan perubahan iklim global merupakan isu kebijakan strategis yang menimbulkan dampak negatif pada lingkungan seperti terjadinya kelangkaan air irigasi yang implikasinya berupa terjadinya penurunan produktivitas pasokan pangan dan penurunan tingkat efisiensi air irigasi.  Hal ini menjadi lebih komplek karena terjadi perubahan  pola  dinamika  sosio-kultural  yang secara langsung maupun tidak langsung menentukan karakteristik  dan  arah  layanan  irigasi yang  diharapkan. Penilaian (audit) kinerja fisik dan distribusi belum dirasa cukup untuk menilai kinerja irigasi secara keseluruhan sehingga perlu diketahui  hubungan dinamika sosio-kultural dengan kinerja irigasi.  Tujuan penelitian  : (1) Mengidentifikasi faktor yang menentukan efektifitas dan efisiensi sistem irigasi; (2) Mengevaluasi kinerja irigasi metode LPR/FPR dan metode  FAO/Sosio-kultural  sesuai SNI bidang pengairan.

Pendekatan riset non eksperimen dan ekplanatif dengan metode survey,  analisis dilakukan pada aspek fisik dan distribusi serta sosio-kultural irigasi seperti kondisi fisik, keseragaman air, kecukupan air, dan efisensi air irigasi serta persepsi HIPPA/GHIPPA terhadap faktor kinerja  melalui skala likert. Lokasi dilaksanakan pada DI Molek-Kepanjen Malang dengan luasan 3.971 ha. Standar analisis data, standar kepmenPU. Sedangkan persepsi terhadap faktor kinerja irigasi menggunakan skala linkert,

Hasil dari penelitian terdapat hubungan antara faktor-faktor penentu efektivitas dan efisiensi serta sosio-kultural irigasi dengan Kinerja Irigasi. Faktor penentu internal (sosio-kultural)  yang paling signifikan menentukan kinerja pengelolaan irigasi adalah indikator Partisipasi menyangkut peningkatan peran dan partisipasi GHIPPA/HIPPA terhadap pengelolaan irigasi. Pendekatan analisis kebutuhan air irigasi metode  RAP-FAO memiliki nilai indek kinerja irigasi yang lebih efektif dan efisien dibanding pendekatan LPR/FPR (eksisting).

Kata kunci:  Audit sosio-kultural  irigasi,   HIPPA/GHIPPA, skala likert.


Full Text:

PDF

References


---------, 1986, Standar Perencanaan Irigasi Kriteria Perencanaan 01. Direktorat Jendral Pengairan Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

---------, 2012, Statistik Pertanian Tahun 2012.Kemeterian Pertanian-RI, Jakarta.

---------, 2010, Laporan Hasil Audit Irigasi Tahun 2010. Direktorat Jendral Pengairan, Kementerian. Pekerjaan Umu-RI, Jakarta.

Ach. Wazir Ws., et al., ed. 1999. Panduan Penguatan Menejemen Lembaga Swadaya Masyarakat. Jakarta: Sekretariat Bina Desa dengan dukungan AusAID melalui Indonesia HIV/AIDS and STD Prevention and Care Project.

Adiningsih, J.S. 1997. Peranan efisiensi penggunaan pupuk untuk melestarikan swasembada pangan. Hlm. 65 – 85. Prosiding Simposium Nasional dan Konggres VI Peragi. Perhimpunan Agronomi Indonesia, Jakarta.

Ankum, P., 1995, Flow Control in irrigation and Drainage, TU Delf: Faculty of Civil Engineering, June, Report No. 65

Arif, S. S. 1996. Ketidak Sesuaian Rancang bangun Jaringan Irigasi di Tingkat Tersier dan Akibatnya Terhadap Pelaksanaan Program Penganekaragaman Tanaman (Crop Diversification): Studi Kasus di Daerah Irigasi (DI) Cikuesik, Cirebon.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : RinekaCipta

Fagi, A.M., S. Partohardjono, dan E. Ananto. 2002. Strategi Pembaharuan Kebutuhan Pangan Beras 2010. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Sukamandi 4 – 7 Maret 2002. Balai Penelitian Padi. Sukamandi. Jawa Barat.

FAO. 1997. summary report : Modernization of irrigation schemes : past experiences and future options. Water Report 12.

Ganjar Kurnia. 1997 . Efisiensi Air Irigasi untuk Memperluas Areal Tanam Universitas Padjajaran, Bandung.

Hasan, M., 2005. Bangun Irigasi Dukung Ketahanan Pangan. Majalah Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta

Holiln Soelaiman. 1980. Partisipasi Sosial dalam Usaha Kesejahteraan Sosial. Bandung.

Huppert, W and H.H. Walker. 1989. Management of irrigation systems : guiding principles, GTZ, Eschborn.

Isbandi Rukminto Adi. 2007. Perencanaan Partisipatoris Berbasis Aset Komunitas: dari Pemikiran Menuju Penerapan. Depok: FISIP UI Press.

Linsley, Ray K., dan Fransini, Joseph B., 1991. Teknik Sumber Daya Air, PT. Gelora Aksara Pratama, Jakarta

Murty. V.V.N. 1997. Need, scope and potential for modernization of irrigation system in Asia. . DalamModernization of irrigation schemes : past experiences and future options. Water report 12. FAO. Rome.

Oi. S, Murty. 1997. Introduction to Modernization of Irrigation Schemes. Dalam Modernization of irrigation schemes: past experience and future options. Water report 12. FAO. Rome.

Osmet. 1996. Sistem Pengelolaan Air Menunjang Pembangunan Pertanian yang Berkelanjutan. Dalam. Hermanto et.al.(Ed.).1996. Persaingan Dalam Pemanfaatan Sumberdaya Lahan dan Air. Dampaknya Terhadap Keberlanjutan Swasembada Pangan. Hasil Kerjasama Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian Dengan Ford Foundation. PSE. Bogor.

Partowijoto, 2003. Peningkatan Produksi Sebagai Salah Satu Faktor Ketahanan Pangan. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada.

Pasandaran, E. dan Hermanto.1995. Pengelolaan Sistem Irigasi Hemat Air dalam Rangka Mempertahankan Swasembada Beras. dalam Ganjar Kurnia (Ed). 1995. HEMAT AIR IRIGASI: Kebijakan, Teknis, Pengelolaan, dan Sosial Budaya Pusat Dinamika Pembangunan. UNPAD. Bandung.

Pasandaran, E. 2005. Reformasi Irigasi Dalam Kerangka Pengelolaan Terpadu Sumberdaya Air. Naskah Orasi Pengukuhan Ahli Peneliti Utama Bidang Ekonomi Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Jakarta.

Rosegrant, M.W., X. Cai, and S. S. Cline. 2002. World Water and Food to 2025: Dealing With Scarcity. International Food Policy Research Institute, Washington.

Ross, Murray G., and B.W. Lappin. (1967). Community Organization: theory, principles and practice. Second Edition. NewYork: Harper & Row Publishers.

Sagardoy J.A. et al, 1985. Organization, Operation and Maintanance of Irrigation Scheme. 8 th edition published FAO

Saptana, Sumaryanto, Hendiarto, R.S. Rivai, Sunarsih, A. Murtiningsih dan V. Siagian. 2001. Rekayasa Optimalisasi Alokasi Air Irrigáis Dalam Rangka Peningkatan Produkai Pangan dan Pendapatan Petani. Buletin AgroEkonomi, Vol 1 No 3 . Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian

Schwab, G.O., and R.K. Flevert. 1981. Soil and Water Conservation Engineering.

Sigit Supadmo Arif (2003). Modernisasi Irigasi, Pembaharuan Kebijakan Pengelolaan Irigasi (PKPI) dan Kebutuhan Riset Tentang Irigasi di Masa Depan Prosiding pertemuan singkat di BalaiBesar Keteknikan Pertanian, Departemen pertanian, Yogyakarta

Soemarto, CD. 1986. Hidrologi Teknik. Surabaya: Usaha Nasional.

Sosrodarsono, S. 2003. Hidrologi Untuk Pengairan. Jakarta: Pradnya Paramita.

Subagyono, K., U. Haryati, dan S. H. Tala’ohu. 2004. Teknologi Konservasi Air pada Pertanian di Lahan Sawah dan Lahan Kering. Diusulkan sebagai salah satu bab dalam Buku Konservasi Tanah dan Air.

Sudjarwadi, 1990. Teori dan Praktek Irigasi, Pusat Antar Universitas Ilmu Teknik, UGM.Yogyakarta.

Suhardjono. 1994. Kebutuhan Air Tanaman. Malang: ITN Malang Press.

Undang - Undang Sumber Daya Air No.7 Tahun 2004 “Tentang Pengelolaan Sumber Daya Air”.

Wolter HW and CM Burt, 1997. Concepts of Modernization. Dalam Modernization of Irrigation schema : past experience and future option, Water report 12 FAO, Rome


Refbacks

  • There are currently no refbacks.
HABITAT Indexed by :