ANALISIS KINERJA PEMASOK BAHAN BAKU UTAMA PAKAN TERNAK (Kasus di Perusahaan Agroindustri Pakan Ternak PT. Japfa Comfeed Indonesia unit Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur)

Authors

  • Rosalina Nisa Aminata Faculty of Agriculture, Brawijaya University
  • Abdul Wahib Muhaimin Faculty of Agriculture, Brawijaya University
  • Dina Novia Priminingtyas Faculty of Agriculture, Brawijaya University

DOI:

https://doi.org/10.21776/ub.habitat.2015.026.2.10

Keywords:

Kinerja pemasok, performance, perbandingan berpasangan, fuzzy AHP

Abstract

Penelitian ini penting untuk dilakukan karena menurunnya komitmen beberapa pemasok jagung yang tidak mampu memenuhi syarat perusahaan dalam memenuhi permintaan jagung, sedangkan stabilitas produksi harus tetap dijaga oleh perusahaan. Banyaknya pemasok jagung yang bekerja sama dengan perusahaan menyebabkan kurangnya kontrol perusahaan terhadap kinerja pemasok, sehingga pesanan perusahaan yang dikirim oleh pemasok jagung tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) Mengidentifikasi kriteria penilaian yang digunakan perusahaan untuk menilai kinerja pemasok 2) Mengidentifikasi urutan kriteria yang menjadi prioritas kinerja pemasok jagung 3) Menganalisis pemasok jagung yang menjadi prioritas utama dan yang patut dipertahankan dalam menjalin kerjasama. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah snowball sampling untuk pemilihan sampel pemasok, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur, kuesioner tertutup, dan dokumentasi berupa laporan bulanan dan tahunan. Fuzzy AHP sebagai metode analisis data, dilakukan dengan mengkalkulasi hasil skala perbandingan berpasangan yang telah dinilai oleh para informan, kemudian menghitung nilai vektor dan nilai defuzzifikasi, serta menormalisasikan angka fuzzy untuk mendapatkan bobot global dari masing-masing pemasok. Hasil dari Penelitian ini adalah kriteria yang digunakan dalam menilai kinerja pemasok yaitu kualitas, kuantitas, dan pengiriman. Pemasok jagung yang memiliki kinerja terbaik adalah pemasok N, sedangkan pemasok dengan bobot terendah adalah L. Kesimpulannya adalah perusahaan dapat mempertahankan pemasok N serta harus memperhatikan dan memberikan kontrol lebih kepada pemasok L agar kinerja yang diberikan menjadi lebih baik.

References

. Annual Report Japfa. 2013. Japfa 2013 Annual Report. www.japfacomfeed.co.id, diakses pada Agustus 2014.

. BPS (Badan Pusat Statistik). 2015. Produksi Jagung Menurut Provinsi. www.bps.go.id, diakses pada Agustus 2015.

. Chang. 1996. Application of The Extent Analysis Method on Fuzzy AHP. European Jurnal of Operational Research, 95,649-655.

. Dinas Komunikasi dan Informatika. 2013. Kebutuhan Pakan Ternak. http://kominfo.jatimprov.go.id, diakses pada Agustus 2014.

. GPMT (Gabungan Perusahaan Makanan Ternak). 2015. Produktivitas Pakan Ternak. Tersedia di asosiasi-gpmt.blogspot.com, diakses pada Mei 2015.

. Indrajit, R. E. dan Richardus, D. 2002. Konsep Manajemen Supply Chain; Cara baru memandang mata rantai penyediaan barang. Grsindo. Jakarta.

. Kushartono, B. 2000. Penentuan Kualitas Bahan Baku Pakan dengan Cara Organoleptik. Temu Teknis Fungsional non Peneliti. Balai Penelitian Ternak. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Hal 217-223.

. Mangunwidjaja dan Sailah. 2009. Pengantar Teknologi Pertanian. Penebar Swadaya. Bogor.

. Pujawan. 2005. Supply Chain Management. Penerbit Guna Widya. Surabaya.

. Saaty, T. L. 1990. How to Make a Decision: The Analytic Hierarchy Process, Europian Journal of Operation Research.

. Wibisono, D. 2011. Manajemen Kinerja Korporasi dan Organisasi. Penerbit Erlangga. Jakarta.

Downloads

Published

2015-11-25

How to Cite

Aminata, R. N., Muhaimin, A. W., & Priminingtyas, D. N. (2015). ANALISIS KINERJA PEMASOK BAHAN BAKU UTAMA PAKAN TERNAK (Kasus di Perusahaan Agroindustri Pakan Ternak PT. Japfa Comfeed Indonesia unit Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur). HABITAT, 26(2), pp.80–88. https://doi.org/10.21776/ub.habitat.2015.026.2.10

Issue

Section

Articles