ANALISIS EFISIENSI EKONOMIS USAHATANI KEDELAI DALAM RANGKA MENDUKUNG KEANEKARAGAMAN PANGAN (Studi di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk)

Indah Mustiko Ningsih, Rini Dwiastuti, Suhartini Suhartini
  Habitat,,  pp.183-191  

Abstract


Kedelai merupakan salah satu komoditas yang memiliki peran dalam terwujudkan penganekaragaman. Konsumsi kedelai mengalami peningkatan pada periode lima tahun terakhir, namun pada tahun 2010 hingga 2012 produksi berangsur-angsur menurun. Dengan demikian, peningkatan produksi kedelai domestik perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah usahatani kedelai sudah mencapai efisiensi teknis, ekonomis, dan peran efisiensi dalam penganekaragaman pangan di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Metode analisis data yang digunakan adalah Fungsi Produksi Cobb Douglas Stochastic Frontier untuk menghitung nilai Efisiensi Teknis (ET) dan Fungsi Biaya Cobb Douglas Stochastic Frontier untuk menghitung nilai Efisiensi Ekonomis (EE).

Hasil dari penelitian ini adalah rata-rata efisiensi teknis di Desa Mlorah 71,5 persen (standar 100 persen), artinya petani hanya mencapai 71,5 persen dari produksi potensialnya. Selanjutnya, Rata-rata efisiensi ekonomis di Desa Mlorah adalah 85,1 persen (standar 100 persen) artinya petani perlu menghemat 14,9 persen biaya produksinya, khususnya untuk biaya irigasi. Penganekaragaman pangan dapat tercapai melalui ketersediaan pangan yang beragam, salah satunya adalah ketersediaan kedelai. Apabila petani di Desa Mlorah Kabupten Nganjuk mampu mencapai efisiensi teknis maka produksi kedelai dapat meningkat dari ton 693 ton menjadi 890 ton.

Kata kunci: kedelai, efisiensi teknis, efisiensi ekonomis


Keywords


kedelai, efisiensi teknis, efisiensi ekonomis

Full Text:

PDF

References


Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Nganjuk. 2014. Analisis Situasi dan Kebutuhan Konsumsi Pangan Wilayah Kabupaten. Kabupaten Nganjuk.

Coelli, T. J., D.S. P. Rao, C. J. O'Donnell, and G. E. Battese. 2005. An Introduction to Efficiency and Productivity Analysis Second Edition. Springer. New York. 241.

Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk. 2014. Luas lahan, Produksi, dan Produktivitas Kedelai Kabupaten Nganjuk tahun 2013. Nganjuk.

Etwire, P. M., E. Martey, and W. Dogbe. 2013. Technical Efficiency of Soybean Farms and Its Determinants in Saboba and Chereponi Districts of Northern Ghana: A Stochastic Frontier Approach, Vol. (2): 4.

Hadiana, M. H. 2007. Dampak Faktor Eksternal Kawasan terhadap Efisiensi Usaha Ternak Sapi Perah (Analisis Berdasarkan Fungsi Biaya Frontier). 7 (1): 32–38.

Jiang, N., and B. Sharp. 2013. Cost Efficiency of Dairy Farming in New Zealand : a stochastic frontier analysis. Department of Economics Auckland University of Technology. New Zealand. 3.

Kumbhakar, S. C and C. A. K. Lovell. 2003. Stochastic Frontier Analysis. University Press. Cambridge. 137.

Rachman, H. P. S and A. Mewa. 2008. Penganekaragaman Konsumsi Pangan di Indonesia: Permasalahan dan Implikasi untuk Kebijakan dan Program. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Vol. 6: 140–154.

Rahayu, W., dan E. W. Riptanti. 2010. Analisis Efisiensi Ekonomi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi pada Usahatani Kedelai di Kabupaten Sukoharjo. Cakra Tani, 25 (1): 119-125.

Saptana. 2012. Konsep Efisiensi Usahatani Pangan dan Implikasinya bagi Peningkatan Produkstivitas. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 30: 109–128.

Suhartina. 2005. Deskripsi Varietas Unggul Kacang Tanah, Kacang Hijau Kacang Tunggak, Kacang Gude, Ubikayu, dan Ubijalar. Malang: Balai Penelitian Tanaman Kacangkacangan dan Umbi-umbian. Malang. 47.

Zakiah. 2011. Dampak Impor terhadap Produksi Kedelai Nasional. Agrisep, Vol (1): 1–10.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.
HABITAT Indexed by :