STUDI KELAYAKAN FINANSIAL PUPUK ORGANIK RESIDU BIOGAS DARI DIVERSIFIKASI USAHA TERNAK

Authors

  • Rini Dwiastuti Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya
  • Hermanto Hermanto
  • Noren Setyawan

Keywords:

Biogas, Pupuk Organik, Cash Flow, Analisis Kelayakan, Analisis Sensitivitas

Abstract

Kotoran ternak yang tidak dimanfaatkan akan menimbulkan pencemaran di lingkungan sekitarnya. Dengan teknologi biogas maka limbah ternak yang selama ini dianggap mengganggu lingkungan dapat dijadikan alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi. Selain pemanfaatan energi, biogas juga mempunyai hasil residu yang dapat dimanfaatkan untuk pupuk organik cair maupun padat.    Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Menganalisis arus uang tunai (cash flow) usaha pembuatan pupuk organik yang didapat dari perhitungan penerimaan, total biaya dan keuntungan, (2) Menganalisis kelayakan finansial usaha pembuatan pupuk organik yang didapat dari perhitungan NPV, IRR, B/C Ratio, Payback Period dan (3) Menganalisis tingkat sensitifitas dengan melihat perubahan biaya dan harga produksi. Dari hasil analisis usaha pupuk organik tersebut didapatkan total biaya adalah sebesar Rp. 48.847.867,-.Untuk besarnya biaya penerimaan (benefit) yang diterima yaitu sebesar Rp. 56.250.000 untuk pupuk organik cair sedang kan pupuk organik padat sebesar Rp. 1.863.000. Keuntungan (net benefit) dari pupuk organik sebesar Rp. 47.366.133. Berdasarkan kriteria – kriteria kelayakan didapatkan hasil bahwa usaha ini layak dijalankan. Nilai dari NPV adalah sebesar Rp. 6.330.766,-, Nilai dari IRR sebesar 3,83% Sedangkan nilai Net B/C sebesar 1,17. Pay Back Period pada usaha pembuatan pupuk organik residu biogas  ini yaitu selama 6 bulan 3 minggu. Berdasarkan analisis sensitivitas, usaha ini tidak terpengaruh terhadap sensitivitas peningkatan dan penurunan variabel harga produksi maupun harga jual produksi. Kata kunci: Biogas, Pupuk Organik, Cash Flow, Analisis Kelayakan, Analisis Sensitivitas.

References

BPATP. 2009. Instalasi Biogas – Pupuk Orgaik Cair dan Bahan Pakan. http://www.bpatp.litbang.deptan.go.id. Diakses tanggal 14-02-2010

Departemen Pertanian. 2006. Pengembangan Biogas Ternak Bersama Masyarakat (BATAMAS). Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia,Jakarta. http://www.pustaka-deptan.go.id/. Diakses tanggal 15-02-2010

Fitirana, N. 2010. Analisis Kelayakan Finansial Pengembangan Pembuatan Mol (Mikro Organisme Lokal). Skripsi, program S1. Ps Agribisnis. Jurusan Sosial Ekonomi. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang

Hoesin, H. 2009. Memahami Pertanian yang Berkelanjutan. Blog diposting tanggal,03-02-2007. http://ahoesein.blogspot.com/2009_08_01_archive.html . Diakses tanggal 16-02-2010

Rusdayanto, Falik. 2009. Potensi Pasar Pertanian Organik. http://newspaper.pikiran-rakyat.com . Diakses tanggal 16-02-2010

Sinar Tani. 2008. Program Go Organik 2010 Gerakan Mempercepat Pertanian Organik. http://www.sinartani.com/pangan. Diakses tanggal 16-02-2010

Yasa, I.M.R. I.N. Adijaya, I.K. Mahaputra, I.A. Parwati. 2006. Pertumbuhan Sapi Bali yang Diggemukan di Lahan Kering Desa Sanggalangit Kecamatan Gerokgak Buleleng. Makalah Seminar Nasional. BPTP NTB.

Downloads

How to Cite

Dwiastuti, R., Hermanto, H., & Setyawan, N. (2015). STUDI KELAYAKAN FINANSIAL PUPUK ORGANIK RESIDU BIOGAS DARI DIVERSIFIKASI USAHA TERNAK. HABITAT, 22(1), pp.71–83. Retrieved from https://habitat.ub.ac.id/index.php/habitat/article/view/168

Issue

Section

Articles