Rantai Nilai Tape Singkong untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing di Desa Banjasari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang

Livia Windiana, Zahrotul Mukarromah, Lia Nita Pramudiastuti
  Habitat,,  pp.50-56  

Abstract


Tantangan yang di hadapi oleh petani dan home industry pada era globalisasi semakin sulit. Petani dan home industry harus bisa untuk survive dan memiliki keunggulan bersaing. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan keunggulan bersaing tape singkong produksi petani di Desa Banjarsari dengan menghitung profit, kelayakan usaha, dan aktivitas rantai nilai tape. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – April 2017. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis biaya untuk menghitung tingkat keuntungan, analisis kelayakan usaha untuk mengetahui layak tidaknya usaha tape singkong dan analisis rantai nilai untuk mengetahui aktivitas yang potensial untuk dijadikan keunggulan bersaing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keunggulan bersaing di Desa Banjasari dapat dilihat dari 4 dimensi yaitu cakupan segmen berupa kemasan besek dan mika, cakupan vertikal yaitu produsen memiliki strategi dalam pemilihan pemasok atau petani yang berkualitas, cakupan geografis yaitu melakukan pengkoordiniran aktivitas nilai ke pedagang keliling dan warung-warung serta ke berbagai daerah luar kota, cakupan industry yaitu strategi pemasaran yang telah dilakukan oleh produsen dengan system offline dan online. Dari analisa kelayakan usaha dilihat dari hasil total biaya yang didapat yaitu Rp. 105.111.833/tahun dan total penerimaan yang didapat yaitu Rp. 181.440.000/tahun. Dapat disimpulkan bahwa usaha tape di Desa Banjasari memperoleh keuntungan dengan melihat total penerimaan yang lebih besar dari total biaya yaitu sebesar Rp. 76.328.167/ tahun. Usahatani tape singkong memiliki R/C ratio sebesar 1,73 yang artinya bahwa usaha ini layak untuk dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan ikatan saluran tape Desa Banjasari terdapat 3 pola yaitu terdiri dari petani, pedagang sampai konsumen akhir.

Keywords


keunggulan bersaing; pendapatan; tape; rantai nilai

Full Text:

PDF

References


Asmara, R., & Pradana, A. E. (2011). Analisis Efisiensi Alokatif Agroindustri Chips Ubikayu sebagai Bahna Baku Mocaf (Modified Cassava Flour) di Kabupaten Trenggalek. AGRISE, 11(3), 206–218.

Endiyani. (2014). PREFERENSI KONSUMEN DAN ANALISIS RANTAI NILAI PRODUK OLAHAN CABAI MERAH KERING ( Studi Kasus: Wilayah Bogor). Institut Pertanian Bogor.

Ibrahim, J. T. (2011). Identifikasi Klaster Cabai Merah di Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri. UMM. Malang: UMM Press.

Kusumawati, A. (2013). Rantai Nilai (Value Chain) Agribisnis Labu di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Dioponegoro.

Limbong, W., & Sitorus. (1987). Pengantar Tata Niaga Pertanian. Bogor: Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Porter, M. . (1994). Keunggulan Bersaing (Pertama). Jakarta: Binarupa Aksara.

Sarjono, H., & Julianita, W. (2011). SPSS VS Lisrel Sebuah Pengantarv Aplikasi Untuk Riset. Jakarta: Salemba Empat.

Saudah. (2014). Analisis Pendapatan Usaha Tape Ubi di Kabupaten Nagan Raya. Teuku Umar Aceh Barat.

Soekartawi. (1995). Analisis Usahatani. Universitas Indonesia Press. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Soermaryani, I., Tisnawati, E., & Firmansyah, D. (2015). Pengembangan Model Kontribusi Network Governance dalam Value Chain untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing Usaha Perikanan Tangkap The Development Model of Network Governance Contribution in The Value Chain to Improve Capture Fisheries Entreprise Competiti. Jurnal Bisnis & Manajemen, XVI(1), 38–46.

Syarief, R., & Irawati, A. (1988). Pengetahuan Bahan untuk Industri Pertanian. Jakarta: Mediyatama Sarana Perkasa.

Tain, A. (2005). Buku Ajar Ilmu Usahatani. Malang: Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang.

Winantara, I. M. Y., Bakar, A. B. U., & Puspitaningsih, R. (2014). Analisis Kelayakan Usaha Kopi Luwak Di Bali*. Jurnal Online Institu Teknologi Nasional, 2(3), 118–129.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.
HABITAT Indexed by :