Pola Kemitraan Antara Perum Perhutani Dengan Masyarakat Desa Hutan (Studi Kasus Program PKPH di Desa Kucur Dau, Kabupaten Malang)

Eko Edi Prastyo, Kliwon Hidayat
  Habitat,,  pp.139-149  

Abstract


Penyesuaian program PHBM menjadi (Pola Kemitraan Pengelolaan Hutan) PKPH yang dilaksanakan di Desa Kucur dengan 2 jenis kegiatan yaitu kemitraan penggarap lahan “Tetelan” dengan kemitraan penyadap getah pinus. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan dan menganalisis pola kemitraan dan aksesibilitas petani desa hutan dalam kemitraan bagi hasil pada program PKPH di Desa Kucur Kecamatan Dau Kabupaten Malang, 2) menganalisis tingkat kesesuaian penerapan program PKPH berdasarkan kelestarian hutan oleh petani masyarakat desa hutan di Desa Kucur, 3) menganalisis perbedaan tingkat pendapatan dari sistem kemitraan Penggarap lahan ‘Tetelan” dengan sistem kemitraan Penyadap Getah Pinus dalam program PKPH di Desa Kucur. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 petani dan beberapa Informan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis pendapatan usahatani. Hasil penelitian ini menunjukan program PKPH  dijalankan oleh Perum Perhutani dan masyarakat desa hutan Desa Kucur dengan berlandaskan kesepakatan perjanjian yang isinya menjelaskan pengelolaan hutan yang lestari dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sedangakan aksesibilitas untuk masyarakat desa hutan yang ingin ikut PKPH dijalankan secara adil dan terbuka. Tingkat kesesuaian implementasi program PKPH di Desa Kucur berdasarkan kelestarian hutan pada kemitraan penggarap lahan “Tetelan” adalah berada pada kategori sedang, sedangkan pada kegiatan penyadapan pinus berada pada kategori baik. Tingkat pendapatan kegiatan penggarap lahan “Tetelan” per bulan adalah sebesar Rp442.540, pendapatan ini lebih besar daripada tingkat pendapatan kegiatan penyadap getah pinus per bulan sebesar Rp245.500.

Keywords


pola kemitraan; aksesibilatas; pkph; tingkat pendapatan petani

Full Text:

PDF

References


Achirrudin, D. R. 2011. Implementasi Kebijakan Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) Perum Perhutani Bagian Kestauan Pemangkuan Hutan Temanggung dalam Rangka Pelestarian Hutan Lindung di Gunung Sumbing-Sindoro[Tesis]. Fakultas Hukum. Universitas Sebelas Maret.

Aji, G. B., Suryanto, J., Yulianti, R., Wirati, A., Abdurrahim, A. Y., Miranda, T. I. 2011. Strategi Penguraangan Kemiskinan di Desa-Desa Sekitar Hutan. Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta.

Ansori, M., Soetarto, E.,Darusman, D., Sundawati, L.,2009. Pengelolaan Hutan Kemitraan untuk Menyejahterakan Rakyat(Kasus PHBM di Perhutani BKPH Parung Panjang, KPH Bogor). Fakultas Ekologi Pertanian dan Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Kusdamayanti. 2008. Peran Masyarakat dalam Penyusunan Kebijakan Pola Kemitraan Pengelolaan Hutan di Kabupaten Malang. Jurnal Peenelitian Sosisal Ekonomi Kehutanan Vol. 5 No. 2 Juni 2008, Hal. 111-124.

Miles, B. Mathew dan A Michael Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif. Universitas Indonesia Press: Jakarta.

Perum Perhutani, 2009. Pedoman Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM); Jakarta.

Puspawati,. 2004. Analisis Kemitraan antara PT. Petani (Persero) dengan Petani Penangkar Benih Padi di Kabupaten Karawang. Tesis Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Soekartawi. 1986. Ilmu Usahatani dan Penelitian untuk Pengembangan Petani Kecil. UI-Press: Jakarta.

Undang-Undang No. 5 Tahun 1967. Ketentuan Pokok Kehutanan

Undang-Undang No. 20 Tahun 2008. Tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.
HABITAT Indexed by :