PERAN INDUSTRI PENGOLAHAN TEMBAKAU DALAM PEREKONOMIAN DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KABUPATEN PONOROGO, JAWA TIMUR

Dwi Rahayu Ningrum, Hery Toiba, Suhartini Suhartini
  Habitat,,  pp.173-182  

Abstract


Tembakau adalah salah satu komoditas penting dalam perekonomian Kabupaten Ponorogo. Tembakau menjadi bahan penunjang pengembangan potensi industri pengolahan tembakau di Kabupaten Ponorogo yang terdiri dari industri rokok dan tembakau olahan. Namun demikian, pengembangan industri pengolahan tembakau saat ini harus berhadapan dengan semakin maraknya gerakan anti rokok dan peraturan pemerintah tentang perlindungan terhadap produk tembakau, yakni PP No 109 Tahun 2012. Sehubungan dengan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran industri pengolahan tembakau, yang meliputi kontribusi sektoral, keterkaitan dan efek multiplier dalam perekonomian serta penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Ponorogo. Metode analisis menggunakan analisis input-output dan Incremental Labor Output Ratio (ILOR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Industri rokok berkontribusi relatif besar pada struktur permintaan, output dan ekspor, sedangkan kontribusi industri tembakau olahan dalam perekonomian cenderung kecil; 2) Kemampuan sektor tembakau olahan dalam menarik sektor hulunya kuat, sedangkan kemampuan industri rokok dan industri tembakau olahan dalam mendorong sektor hilirnya masih lemah; 3) Sektor tembakau olahan memiliki dampak pengganda output dan pendapatan yang relatif besar. Sementara itu, industri rokok memiliki dampak pengganda tenaga kerja relatif besar; 4) Nilai ILOR industri rokok dan tembakau olahan nol. Adanya penambahan output tidak menyebabkan peningkatan ataupun penurunan penyerapan tenaga kerja karena adanya indikasi penggunaan teknologi.

Keywords


tembakau; industri; rokok; input-output

Full Text:

PDF

References


. Astuti, K. & Handoko, B.S., 2007. Analisis Pertumbuhan Ekonomi, Kebutuhan Investasi, dan Penyerapan Tenaga Kerja di Kabupaten Sleman. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 1(3), pp.161–173.

. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. 2013. Ponorogo dalam Angka, Ponorogo.

. Badan Pusat Statistik. 2014. Incremental Labor Output Ratio. Available at : http://bps.go.id/int/index.php/indikator/73&sa=U&ei=6U. Diakses pada 12 Maret 2014.

. Fahriyah. 2006. Kajian Kelembagaan dan Dampak Penerapan Otonomi Daerah Terhadap Kinerja Industri Gula di Kabupaten Pasuruan. Institut Pertanian Bogor.

. Hadi, P.U. & Friyatno, S. 2008. Peranan Sektor Tembakau Dan Industri Rokok Dalam Perekonomian Indonesia : Analisis Tabel I -O Tahun 2000. Jurnal Agro Ekonomi, 26(1), pp.90–121. Available at: http://pse.litbang.deptan. go.id/ind/pdffiles/JAE 26-1e.

. Miller, R.. & Blair, P.., 1985. Input-Output Analysis: Foundations and Extensions, Englewood Cliffs. Prentice-Hall Inc : New Jersey.

. Miradani, S.D., 2010. Analisis Perencanaan Pembangunan Agroindustri Provinsi Jawa Timur : Pendekatan Sektoral dan Regional. Majalah Ekonomi, (2), pp.119–135.

. Nazara, S. 2005. Analisis Input-Output P. Rahardja, ed., Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta.

. Ningsih, R. 2001. Peranan Industri Kayu Lapis dalam Perekonomian Provinsi Jambi : Analisis Input-Output. Tesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

. Tobacco Control Support Center. 2012. Buku Fakta Tembakau. Tobacco Control Support Center - Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia. Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.
HABITAT Indexed by :