ANALISIS DAYA SAING EKSPOR KOPI INDONESIA DAN VIETNAM DI PASAR ASEAN 5

Fadhlan Zuhdi, Suharno Suharno
  Habitat,,  pp.152-162  

Abstract


Selama 14 tahun terakhir, ekspor kopi Indonesia dan Vietnam terus mengalami pertumbuhan khususnya pada jenis kopi HS 090111 (Coffee, not roasted, not decaffeinated) ke pasar ASEAN 5. Pertumbuhan tersebut didasari pada terus meningkatnya kuantitas serta nilai ekspor kopi Indonesia dan juga Vietnam dalam beberapa tahun terakhir. Diadakannya Asean Economic Community (AEC) pada awal tahun 2016 menstimulus eksportir kopi seperti Indonesia untuk tetap menjaga kuantitas ekspornya ke ASEAN 5 sehingga diperlukan sebuah analisa terkait daya saing produk kopi Indonesia di pasar ASEAN 5.Untuk mengetahui sejauh mana ekspor kopi Indonesia dan Vietnam mampu berdaya saing di pasar ASEAN 5, dilakukan analisis RCA (Revealed Comaparative Advantage) dan untuk mengetahui apakah suatu produk dalam performa yang dinamis atau tidak digunakan alat analisis EPD (Export ProductDynamics). Hasil analisis menunjukkan bahwa ekspor kopi Indonesia dan Vietnam di pasar ASEAN 5 memiliki daya saing dengan Indonesia memiliki nilai rata-rata RCA sebesar 10,16 dan Vietnam sebesar 53,44. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa ekspor kopi Vietnam lebih memiliki daya saing jika dibandingkan ekspor kopi Indonesia. Sedangkan hasil analisis EPD menunjukkan bahwa perdagangan kopi Indonesia maupun Vietnam berada pada kuadran rising star yang berarti bahwa kinerja perdagangan ekspor berjalan cepat dan dinamis dimana tingkat pertumbuhan ekspor kopi Indonesia terus meningkat seiring dengan meningkatnya pangsa ekspor di ASEAN 5.Pemerintah diharapkan mampu untuk meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke pasar ASEAN 5 mengingat terus bertumbuhnya permintaan kopi dari pasar tersebut sehingga perlu diberlakukan sebuah kebijakan taktis yang mampu menstimulus para petani untuk memproduksi kopi secara lebih efisien.

Keywords


ASEAN; ekspor; kopi; daya saing; RCA

Full Text:

PDF

References


. ASEAN Trade Statistics Database. 2015. ASEAN Statistical Yearbook. The ASEAN Secretariat. Jakarta.

. Aquino A. 1981. Change Over Time in The Pattern of Comparative Advantage In Manufactured Goods: An Empirical Analysis For The Period 1972-1974. European Economic Review. Vol. 15, pp. 41-62.

. Basri F, Munandar H. 2010. Dasar-dasarEkonomiInternasional. PengenalandanAplikasiMetodeKuantitatif.EdisiPertama. Jakarta (ID) :KencanaPrenada Media Group.

. Crafts NFR. and Thomas M. 1986. Comparative Advantage in Uk Manufacturing Trade, 1910-1935. Economic journal. Vol. 96 No. 383, pp. 629-45.

. Hadi P.U, Mardianto S. 2004. Analisis Komparasi Daya Saing Produk Ekspor Pertanian Antar Negara ASEAN Dalam Era Perdagangan Bebas AFTA. Jurnal Agro Ekonomi Vol 22. No.1. Jakarta.

. Estherhuizen D. 2006. Measuring and Analyzing Competitiveness in the Agribusiness Sector: Methodological and Analytical Framework. Pretoria: University of Pretoria.

. Hillman AL. 1980. Observation on The Relation Between Revealed Comparative Advantage and Comparative Advantage as Indicated by Pre-Trade Relative Prices. Weltwirtschaftliches Archiv. Vol. 116, pp. 315-21.

. International Coffee Organization (ICO). 2015. Exporting Countries: Total Production. Available at http://www.ico.org/prices/po.htm. (Diakses 19 Des 2015).

. Kementerian Perdagangan. 2015. Neraca perdagangan Indonesia total. http://www.kemendag.go.id/id/economic-profile/indonesia-export-import/indonesia-trade-balance (Diakses Mei 2015).

. Laursen K. 1998. Revealed Comparative Advantage and The Alternatives as Measures Of International Specialisation. DRUID Working Paper No. 98-30.

. Lee J. 1995. Comparative Advantage in Manufacturing As a Determinant of Industrialization, The Korean Case. World Development. Vol. 23 No. 7, pp. 1195-214.

. Li KW, Bender S. 2002. The Gain And Loss In Export Advantage Among World Regions. Discussion Paper No. 853.

. Lim KT. 1997. Analysis Of North Korea’s Foreign Trade By Revealed Comparative Advantage. Journal of Economic Development. Vol. 22, pp. 97-117.

. Marchese S, De Simone FN. 1989. Monotonicity Of Indices Of Revealed Comparative Advantage: Empirical Evidence on Hillman’s Condition. Weltwirtschaftliches Archiv. Vol. 125, pp. 158-67.

. Parry GT. 1975. Trade and Non-Trade Performance of Us Manufacturing Industry: Revealed Comparative Advantage. The Manchester School Of Economics and Social Studies. Vol. 43 No. 2, pp. 158-72.

. Rana PB. 1990. Shifting Comparative Advantage Among Asian and Pacific Countries. The International Trade Journal. Vol. 4 No. 3, pp. 243-58.

. Richardson JD, Feketekuty G, Zhang C, Rodriguez AE. 1997. US Performance And Trade Strategy In A Shifting Global Economy In Feketekuty, G, Stokes, B. (Eds), Trade Strategies For A New Era: Ensuring US Leadership in a Global Economy. New York: Council on Foreign Relations Press.

. Trade Map, 2015. Trade Statistics for International Business Development. http://www.trademap.org/Index.aspx (Diakses Mei 2015).

. Van Hulst, N, Mulder R. and Soete LLG. 1991. Exports And Technology In Manufacturing Industry. Weltwirtschaftliches Archiv. Vol. 127, pp. 246-64.

. World Bank, 2014. GDP per capita. Available at http://data.worldbank.org/indicator/NY.GDP.PCAP.CD (Diakses 25 Februari 2016).

. Yang YZ. 1999. China’s Textile And Clothing Exports: Changing International Comparative Advantage and Its Policy Implication. Working paper. Asia pacific school of economics and management.

. Yeats AJ. 1985. OnThe Appropriate Interpretation Of The Revealed Comparative Advantage Index: Implications Of A Methodology Based On Industry Sector Analysis. WeltwirtschaftlichesArchiv. Vol. 121, pp. 61-73.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.
HABITAT Indexed by :